Amankah Menggunakan Instant Messaging WhatsApp?

Penulis ingin menginformasikan, apakah menggunakan Instant Messaging seperti WhatsApp itu aman? Dikarenakan sebagian penduduk Indonesia cukup familiar dengan Instant Messaging seperti WhatsApp, BBM, Line, Path. Terkadang ada pula yang menggunakan Instant Messaging seperti Snapchat, WeChat, Telegram, dan Tinder #eh.

Instant Messaging menurut kamus bahasa inggris dari website cambridge.org.

a ​type of ​service ​available on the internet that ​allows you to ​exchange written ​messages with someone ​else who is using the ​service at the same ​time

Adapun menurut website pcmag.com

Exchanging text messages in real time between two or more people logged into a particular instant messaging (IM) service. Instant messaging is more interactive than e-mail because messages are sent immediately, whereas e-mail can be queued up in a mail server for seconds or minutes. However, there are no elaborate page layout options in instant messaging as there are with e-mail. The basic operation is simple: type a brief message and press Enter.

Instant messaging services may also provide video calling, file sharing as well as PC-to-PC or PC-to-phone calling. Some services can switch from “text chat” to “voice chat” for users with a headset or microphone.

Lalu WhatsApp itu sendiri apa sih?
Menurut website resminya, WhatsApp itu sendiri yakni

WhatsApp Messenger is a cross-platform mobile messaging app which allows you to exchange messages without having to pay for SMS.

Menurut data pada website cnnindonesia.com

WhatsApp kini telah memiliki 900 juta pengguna aktif bulanan, menurut sebuah publikasi yang dibuat Jan Koum, pendiri sekaligus CEO WhatsApp

Penulis sendiri belum memastikan lebih lanjut, ada berapakah pengguna aplikasi WhatsApp di Indonesia. Namun penulis melihat informasi dari website kompas.com bahwa WhatsApp adalah aplikasi berbayar nomor satu di iPhone serta nomor dua untuk kategori aplikasi gratis di Android dan BlackBerry di kalangan pengguna mobile Tanah Air.

Penulis melihat dari situs resmi whatsapp.com, bahwa :

Semua komunikasi antara telepon Anda dan server WhatsApp telah dienkripsi.

Walaupun data yang dikirim lewat WhatsApp telah dienkripsi, harap ingat jika telepon Anda atau telepon teman Anda dipakai oleh orang lain, ada kemungkinan pesan-pesan WhatsApp Anda akan dibaca oleh mereka. Harap waspada dengan siapa saja yang memiliki akses fisik ke telepon Anda.

Salam,

Melihat dari website resmi WhatsApp, penulis melihat bahwa ada “kemungkinan pesan-pesan WhatsApp Anda akan dibaca oleh mereka”, apabila “dipakai oleh orang lain”. Dan waspada “dengan siapa saja yang memiliki akses fisik ke telepon Anda”. Dari kata-kata tersebut penulis melihat, bahwa adanya suatu kemungkinan pesan-pesan WhatsApp Anda dapat dibaca apabila “dipakai orang lain”.

Dalam arti, siapapun yang dapat “memiliki akses fisik ke telepon Anda” entah langsung menggunakan aplikasi WhatsApp dikarenakan telepon anda tidak diberikan kunci, menggunakan yang menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dapat menggunakan kunci pada aplikasi telepon ataupun menggunakan beberapa cara untuk mengakses file-file WhatsApp pada telepon anda yang dapat membaca pesan-pesan anda. Kalimat tersebut, penulis menyimpulkan terlalu umum.

Ada banyak kemungkinan yang bisa dilakukan untuk dapat membaca pesan-pesan Anda apabila mempunyai akses secara fisik. Lalu, benarkah “komunikasi antara telepon Anda dan server WhatsApp telah dienkripsi”. Mengenai enkripsi sendiri, penulis menyimpulkan bertujuan yakni berusaha agar komunikasi tersebut bisa tidak mudah disadap, tidak mudah dilakukannya pemalsuan identitas sebagai penerima/pengirim, dsbnya. Tapi, benarkah hal itu tujuan tersebut sudah tercapai?

Penulis melihat jurnal, yang menyatakan bahwa:

we describe how we were able to decrypt the network traffic and obtain forensic artifacts that relate to this new calling feature which included the: a) WhatsApp phone numbers, b) WhatsApp server IPs, c) WhatsApp audio codec (Opus), d) WhatsApp call duration, and e) WhatsApp’s call termination

Kesimpulan :

Penulis menyimpulkan dari beberapa lampiran tersebut, tidak hanya akses fisik saja yang dapat memungkinkan pesan-pesan anda dapat dibaca. Melainkan komunikasi pada aplikasi WhatsApp pun dapat di decrypt, walaupun hanya sebatas yang penulis cantumkan seperti di jurnal tersebut. Sekiranya, kedepannya ada kemungkinan hal tersebut diperbaiki atau mungkin sudah diperbaiki. Penulis belum memastikan juga mengenai hal ini, mungkin penulis akan menyediakan waktu kedepannya untuk merevisi hal ini. Adapun apabila hal ini masih dapat terjadi penulis akan membahas mengenai Instant Messaging apa saja yang lebih aman dari WhatsApp.

Terima kasih.

Iklan